The heirs kdrama (View 1)

Review The Heirs

      the heirs

Pemainnya oke, penulisnya sudah menghasilkan beberapa drama best rating dan terkenal di seantero korea, ambil saja contohnya Secret Garden dan Gentleman’s dignity. Tidak lupa, lead actor dan actressnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemampuan akting yang mumpuni, berkecimpung di banyak drama, jadi tidak usahlah diragukan. Sebut saja Lee Min Hoo dan Park Shin Hye, dimana inilah drama pertama mereka dipasangkan. Sebelum ini, penulis memang pernah men-ship-mereka karena sebuah iklan produk ternama “Etude”. Dengan hati penuh pengharapan “kenapa keduanya engga main drama aja sih, pasti keren”. Akhirnya setelah penantian selama 3 tahun, pemikiran itu terwujud.
Drama Heirs pertama dikabarkan besar-besaran kurang lebih 2 bulan sebelum penayangan. Selain lead actor dan actress yang sudah tidak asing lagi di mata, main cast-nya pun tidak bisa dibilang ecek-ecek, atau istilahnya asal comot. Lalu siapa saja main cast ataupun pemeran pendukung dalam drama yang seolah digadang-gadang bakal mendulang sejarah di akhir tahun 2013 ini?

Kim Woo Bin

2104_KimWooBin_353839

Kim Woo Bin, is the second lead. Pertama lihat pria satu ini di drama to the beautiful you, besutan SM entertainment tahun lalu. Mengendarai mobil mewah, dandanan rapi, dan mengenakan kacamata hitam. Siapa coba wanita yang tidak terpikat karena tampang rupawannya? #Meski penulis bilang agak sedikit aneh# tapi semakin ditilik, ternyata wajahnya benar-benar unik bahkan mampu menenggelamkan penulis ke dalam dunianya sendiri. Disini masih belum seberapa, ada lagi beberapa drama yang juga dia bintangi yaitu School 2013 dan Gentleman’s dignity (makin kesini jobnya makin banyak cuy!). di kedua drama ini Woo Bin berperan sebagai anak SMA unyu, meski penulis belum tahu persis perannya di drama School 2013 seperti apa karena jujur aja penulis juga belum nonton dramanya #Plak!. Kalau di GD sih, oh jangan ditanya. Woo Bin dapat peran sebagai berandal sma yang menawan disitu, temenan sama cowo kece #Baca Lee Jong Hyun. Kembali lagi ke topik utama, lalu bagaimana peran dia di drama Heirs? Woo Bin atau nama panggung heirs Choi Young Do merupakan anak dari pengusaha atau pemilik hotel Zeus yang sangat berkelas. Mungkin kalau di indonesia setara dengan Hotel indonesia lah. Young Do adalah pria berusia 18 tahun yang tidak memiliki ibu. Konflik batinnya dimulai karena menentang ayahnya yang berencana untuk menikah lagi dengan wanita yang juga memiliki sejumlah saham perusahaan terkenal di korea. Wanita ini adalah Ibu dari Rachel. Woo Bin atau Young Do adalah tipikal pria ‘bad guy’ tapi bukan diimplementasikan ke dalam artian ‘bad guy’ sebagai ‘player’ but bad guy as the real subject, artian bad guy yang sebenarnya. Gimana engga? Dia itu keras kepala, selalu bertindak seenak jidat, dan penentang ayahnya yang juga punya kepribadian seperti batu. Young Do bukanlah tipe pria yang akan membawakan sebuket bunga pada gadis yang dia sukai, lebih tepatnya itu adalah hal mustahil. Tapi yang bikin penulis kejang-kejang adalah perlakuan manis yang ia tunjukkan secara implisit non eksplisit. Berbeda dari drama sebelumnya dimana Woo Bin mendapatkan peran sebagai anak sma berandalan, tapi disini dia berubah menjadi berandalan yang super elegan. Buktinya kemanapun dan dimanapun dia berada, jambul di rambutnya tidak pernah bergerak meski angin musim gugur tengah berhembus. So itulah bukti bahwa Choi Young Do adalah pecinta kerapihan.

Choi Jin Hyuk

1028_ChoiJinHyuk_0A080B
Siapa sih Choi Jin Hyuk? Emang terkenal ya? Gue baru denger tuh!
Mungkin masih belum banyak orang yang mengetahui pria satu ini, termasuk kdrama lovers. Memang belum terlalu banyak drama ataupun movie yang menampilkan pria satu ini di dalamnya. Tapi untuk urusan akting, oh! Tidak bisa diragukan. Pertama author kenal Choi #sok akrab, itu di drama Pasta lalupanda and Hedgehog  yang tayang di Channel A. Drama ini dibintangi juga oleh Lee Donghae Suju, makanya author tahu ni drama. Setelah itu yang membuat namanya melambung adalah Gu Family Book, dimana dia berperan sebagai ayahnya Kang Chi yang muda seumur hidup #karena disitu dia siluman. Hingga detik ini, mungkin masyarakat korea cukup mengenalnya karena dia juga banyak tampil di berbagai reality show. Baru-baru ini Jin Hyuk oppa juga tampil di running man, dimana mengungkap keaslian dari seorang Choi Jin Hyuk yang author pandang sebagai pria kaku, dingin, tak berperasaan setelah perannya di The Heirs. Disitu Jin Hyuk luar biasa parah, dia ternyata memiliki naluri kejahilan di dalam dirinya. Di The Heirs Choi Jin Hyuk atau Kim Won dapat peran sebagai kakak tiri lelakinya Kim Tan. Disitu dia dideskripsikan sangat membenci adiknya Kim Tan, karena berpikir Kim Tan telah merebut segala yang ia miliki. Karena Kim Tan anak dari isteri ke-3 ayahnya, maka ia pun berpikir Kim Tan tidak berhak mendapatkan apapun dari ayahnya termasuk kekayaan serta seluruh aset bisnis. Choi Jin Hyuk adalah pria dingin, keras, pendendam, ambisius tapi ia memiliki dedikasi yang tinggi terhadap tanggung jawabnya sebagai direktur Jeguk. Sebelumnya author mikir, bagaimana nasib wanita yang dia sukai? Apa perlu perfeksionis juga seperti dia? Ternyata di pertengahan episode dijelaskan kalau Kim Won ini memiliki ketertarikan terhadap wanita, salah seorang guru privat yang berasal dari kalangan kelas biasa. Hubungannya ini tersembunyi sangat rapat, dan hanya sekertarisnya sajalah yang tahu.

Sebelum drama ini tayang, author jadi pengikut setia drama ongoing di atas heirs yaitu master’s sun. Karena begitu digembor gemborkan tentang para pemain dan kemewahan serta sisi artistik dalam drama ini, author pun sangat amat tidak sabar nonton episode perdananya. Apalagi Lead actor dan Lead Actressnya pemain drama favorit author, pasti serasi banget deh mereka. Tapi setelah airing episode pertama bulan oktober lalu, harapan tinggi terhadap rating Heirs pun menurun. Hal yang membuat author bertanya-tanya adalah “Kenapa harus pake tema SMA lagi?” karena mengingat sebagian besar para pemeran di drama ini pernah bermain drama dimana peran mereka jadi dewasa. Anggaplah Lee Min Ho di personal taste, City Hunter, Faith dan Shin Hye di Flower Boy Next door. Setelah mengingat judul “The Heirs atau Inheritors” akhirnya author pun berpikir, mungkin hanya pengenalan tokoh.

ep 1

heirs3-00232
Episode pertama dimulai di amerika, luar biasa.. hanya satu kata yang bisa digambarkan ‘It’s so damn amazing’ mulai dari pengambilan gambar, setting tempat dan kalkulasi biaya yang tiba-tiba aja datang di pemikiran author. Benar-benar bukan main. Episode 1 akhirnya ditutup dengan adegan….. dan menurut author masih cukup monoton. Oke mungkin ini pembukaan, engga mungkin kan pembukaan langsung ada konflik, debum sana debum sini. Konsep cerita sih simple, pria kaya yang jatuh cinta pada wanita miskin.
Karena sudah mengikuti episode pertama, rasanya sulit jika harus meninggalkan episode kedua dan alhasil esoknya author pun mengikuti alur ceritanya. Masalah Go Eun Sang terungkap, saat dia pergi ke amerika untuk menemui kakaknya yang mengaku tinggal di amerika untuk sekolah, padahal kenyataannya dia kerja sebagai pramusaji di kafe pinggir pantai california. Perdebatan Eun Sung dilihat oleh Kim Tan, dan dia mendengar semua ucapan Eun Sung mengenai kakaknya sekaligus menjadi saksi uang yang dibawa Eun Sung diambil paksa oleh kakaknya. Dari situlah timbul rasa simpati Kim Tan yang akhirnya berubah jadi empati. Pergi ke amerika sendirian berniat untuk bertemu kakak perempuannya, ternyata adalah garis takdir bagaimana Kim Tan dan Eun Sung dipertemukan. So Lucky Girl!! Bayangkan dalam waktu seminggu Go Eun Sung dibiarkan tinggal dirumahnya Kim Tan, diajak jalan-jalan di california, bahkan melihat bukit hollywood yang sangat terkenal. Tidak hanya itu, tanpa rasa pamrih Kim Tan pun menjajani Eun Sung. Kurang apa coba tuh cowok? Kalo emang nasib author sejekpot Eun Sang, mau deh ngacir ke korea terus ketemu replika Kim Tan deh. Usai nonton episode 2, masih belum ada feeling dan nontonnya pun bisa sambil tiduran karena plot yang terkesan agak lambat dan boring.
Jika ditinjau dari makna Heirs atau ahli waris dan kata-kata imbuhan lainnya seperti “The one who wants to wear the crown”, mungkin ini lebih ke kisah asmara yang menyebabkan Eun Sung, wanita tidak memiliki apa-apa, dekat dengan Kim Tan calon pewaris kekayaan ayahnya. Perjuangan dia untuk lepas dari kemiskinan, atau menjadi seseorang yang akan mengenakan mahkota simbol kelas teratasnya, sama sekali nihil. Konflik asmaranya juga terlalu bertele-tele. Chemistry kedua pemeran sangat kurang, dan ga bikin greget. Berbeda halnya dengan secret garden yang bikin author mesem-mesem sendiri seperti orang gila. Tapi untuk kali ini, sejauh author mengikuti cerita tiap minggu, konfliknya masih seputar asmara-asmara dan asmara. Kurang ditonjolkan bagaimana sistem pembelajaran di kalangan kelas atas itu berlangsung, terus rahasia apa yang dimiliki Chan Young sehingga dia bisa mendapat peringkat pertama di angkatannya meski berasal dari kalangan sosial, seperti apa para petinggi dan pengusaha itu melibatkan anaknya yang juga siswa sma dalam mengurusi bisnis mereka mengingat anak-anaknya lah yang akan menjadi penerus sebagian dari mereka. Dan lagi, menurut author karakter pemeran utamanya yaitu Kim Tan, kurang kuat dibandingkan dengan Young Do yang memang memiliki ciri khas. Kim Tan terlalu lemah, terkesan takut melakukan hal yang melanggar peraturan. Berbeda dengan Young Do yang memang pembangkang, tapi sisi positifnya Young Do adalah pria mandiri yang menghindari ketergantungan dari kekayaan ayahnya. Sementara Kim Tan, meski pada awalnya digambarkan ia pernah melepas diri dari keluarga dengan tinggal di Amerika, namun setelah kembali ke korea, kekuatan karakternya malah menurun.

Tipikal drama korea adalah membuat si pemeran utama pria dan pemeran utama wanita tinggal di rumah yang sama. Ambil sampel yaitu brilliant legacy dll. Pria kaya yang jatuh cinta pada wanita miskin. Dan lagi selalu ada orang ketiga, bahkan keempat dalam kepelikkan kisah asmaranya. Adapun satu hal yang membuat author bertanya tanya, apakah gaji pembantu untuk sekelas ibunya Eun Sung di korea benar-benar di bawah upah minimum? Setidaknya yang membayar uangnya perbulan adalah ayah Kim Tan, pemilik perusahaan besar di korea “Jeguk”. Otomatis, siapapun yang ingin bekerja sebagai pembantu disitu harus memiliki spesifikasi tertentu. Bukan Cuma itu, jika dibandingkan dengan orang yang hidup di pedesaan, gaji ibunya Eun Sang lebih daripada kata cukup. Tapi kenapa Cha Eun Sang digambarkan seolah-olah sangat miskin dan melarat, sehingga harus hinggap dari satu tempat kerja ke tempat lainnya? #It’s Just my opinion

eun sang dan ibunya

Kadang juga pas lagi asik-asik nonton dan mencoba menyelami feeling dramanya, eh author malah memikirkan sesuatu hal yang bisa dibilang mengurangi pesan dan kesan dari ceritanya. Contohnya aja ponsel galaxy note 3 yang dipake Eun Sang. Bayangkan sodara-sodara!! anak pembantu ponselnya sama dengan anak majikan, ex. Kim Tan. Promosi sih boleh-boleh aja, tapi kenapa malah kesannya jadi dipaksakan? Esensi keabsahan dramanya sendiri malah jadi hilang #jaileh.

hape4 eunsanghape Eun Sanghape kim tanh

Hape Kim Tan

Entahlah karena penulisnya yang sudah kehabisan ide atau apa, author malah mikir ni drama kayak remake-nya BBF. Officially, for school yang tak lain dan tak bukan adalah milik dari bapaknya Kim Tan. Meski disini engga ada empat dewa serangkai, dan Kim Tan bukan jadi seseorang yang menonjol. Untuk kemunculan Choi Jin Hyuk, durasi dia tiap episode bahkan tak lebih dari 5 menit. O em ji. Padahal author yakin kalo dia lebih banyak disorot dibandingkan anak sma yang baru gede itu, mungkin bisa menaikkan rating. Apalagi kisah percintaannya dengan si guru privat, dan bagaimana sosok Kim Won yang terlihat angker bisa luluh lantak di hadapan seorang wanita. Setidaknya karakter mereka berdua jauh lebih matang dibanding kisah cinta segitiga Kim Tan, Eun Sang, Young Do. Min Ho oppa, dimana powermu yang biasa kau tunjukkan di drama-drama sebelumnya???? Entah author yang udah ngerasa bosen sama pria tampan ini atau memang pesonanya yang berangsur memudar? Tidak! Menurut author seorang aktor itu memiliki cara tersendiri yang menjadi daya pikatnya, semacem pelet gitu.
Syukur, author baru aja nyelesain episode 11 #meski banyak yang di skip. Sekali lagi karena alasan boring. Konflik masih sama. Jin Hyuk Cuma tampil 2 detik di preview next episode,  but Young Do tambah kece aja. Whatever, mungkin ini bakal jadi drama termahal dalam sejarah per-dramaan korea. Meski alur ceritanya simpel, cukup datar, dan kurang menghibur, toh pemainnya artis top semua, jadi tidak usah takut akan mengalami kerugian. Mungkin beberapa negara seperti Indonesia dll sudah mengantri untuk membeli drama ini dan ditayangkan di negaranya. Baiklah kita lihat saja bagaimana kelangsungan episode berikutnya, meski episode sebelumnya membuat author cukup kecewa. Semoga banyak kejutan yang dihadirkan ya!!!

Bonus!!

choi-jin-hyuk-the-heirs-cut

kim woo bin cut

Kang-Min-Hyuk-the-heirs-2

For Jeguk High School

jeguk hs

Ini baru sebagian kecil aja yang author update, niatnya sih mau ngebahas satu persatu peran di dalem drama dan seluk beluk jeguk, cerita dll.. jadi siapa yang mau nunggu? hoho

Hadiah Terindah 2

Dan saya kembali dengan lanjutan kisah kemarin. Oke sebenarnya ini lebih seperti curhat dibandingkan sebuah cerita tapi kali ini saya akan membuatnya sebagai cerita. Hari itu sabtu, awan bergelayutan dilangit, bertumpuk satu sama lain hingga memancarkan warna kelabu. Jujur saja, warna itu adalah paling tidak disukai pada hari hari. Usai merapikan segalanya dan gantungan kunci lucu siap gua bawa di dalem tas. Hari itu kami sangat bersemangat. Membayangkannya saja mampu menarik sudut sudut kasar dibibirku. Konser suju diadakan 2 hari berturut-turut, dan kami datang pada hari pertama. Konserbbertajuk supershow 5 itu akan berlangsung di meis ancol, bagi yang gatau itu dimana cari aja di gugel map karna gua juga baru tau. Meski tinggal di kawasan padat penduduk, tubir jakarta namun kehidupan gua selama ini ya cuma berlangsung disitu situ aja. Kampus-kosan-kampus-kosan, begitulah tak berujung. Hoho..
Perjalanan dimulai dengan naik angkot berwarna putih, trayek pd.labu. kita turun di halte busway yang cukup sepi, mungkin karena hari sabtu atau emang di halte ini jarang ada penumpang? Cukup lama, hampir lebih dari 30 menit kita nunggu busway yang akhirnya nongol.
Tahukah anta? Jadi sebenernya gua itu licik bin picik.. haha nah temen yang gua ajak buat joinan dagang, dia itu tidak memili ketertarikan sama sekali terhadap kpop ga kayak gua yang terlalu susah buat sadar diri. Jadi gua merencanakan sebuah hal busuk #menyenangkan bagi gua, haha. Berharap disana banyak calo-calo yang tertatih karna ga laku akhirnya bisa ngejual tiket separo harga, mudah mudahan dagangan laku banyak dan kalo modal udah balik gua bisa ikut masuk deh. Cihuy.. tapi khayalan itu selalu lebih menarik dari kenyataan yang sangan pahit, sepahit ampas kopi yang diminum lewat hidung.
Perjalanan ke ancol lumayan lama, dari ciputat memakan waktu lebih dari 2 jam dan selama itu pula kita cuma bisa berdiri.
Di busway gua ngeluarin hape pintar, message-message dan telepon teleponan sama temen gua yang laen. Mata berat buat dibuka, seolah ada yang bergelayutan disana. Gua nguap parah. Begitupun yang dialami temen gua yang sejak itu cuma diem karena rasa optimis yang kian memudar. Tapi sekali lagi gua yakinkan dia, kalo kita akan mendulang sejarah. Rinai air hujan tampak membasahi kaca mobil, mungkin itu jadi pertanda kalo kita memang ga harus pergi. Gua pun sempet ragu, masalahnya ini adalah jatah pulang setiap minggu tapi gua rela relain datang ke konser, tak lain dan tak bukan buat berdagang. Cuma itu. Sebelumnya gua dan temen gua yg lain sempat ikut kuis, sampai sampai timeline penuh karena sampah mentionan kita. Esoknya gua malu setengah mati pas ditrgor temen2 kelas inget umur yang masih aja betingkah kayak remaja ababil. Setelah berpartisipasi ikutbeberapa kuis, ya keberuntunganlah yang menjawab semuanya. Sayangnya apapun yang bersangkutan dengan. Undian hoki gua enol beaar anget. Tak ayal akhirnya gua pun pasrah seteah pengumuman, hingga beberapa detik setelah pengumuma. Ada pemberitaan mengejutkan dari temen sekelas dimana dia ngirim pesan begini “kamuuuuu dapet undian majalah X.”
Titik, bukan tanda tanya tapi titik yang mengartikan sebuah pernyataan bukan pertanyaan.

Konser Bikin Geger

Ini terjadi pada tanggal 2 juni 2013 dimana sebuah boyband papan atas ‘Suju’ datang bertengger ke indonesia untuk meramaikan suasana meis yang biasanya sepi. Jadi pada hari itu semua aparat dikerahkan, abg berserakan, saya sendiri jadi tertekan. Kenapa? Karena cuma bisa menggerakan bola mata kesana kemari melihat gerak gerik orang-orang berlalu lalang riang gembira. Sebenarnya ini bisa disebut sebuah petualangan sederhana, bukan sebab tersesat dihutan dan tak tahu arah jalan pulang melainkan tenggelam dalam rinaian gelak manusia. Kejadian ini sebenernya pernah gua alami setahun yang lalu dikonser yang sama cuma dengan tujuan yang sangat beda. Dari awal gua udah mengukuhkan hati buat pasrah dengan tidak melirik sama sekali tu konser, niatan sih pengen tobat tapi ternyata eh ternyata eh ternyata kehendak berkata lain. Suatu hari gua mendapat bisikan, bikin tu konser jadi sesuatu yang menguntungkan bukan malah merugikan bahkan ajang pamer kekayaan dengan buang-buang uang. Jujur aja di balik tebing hati yang tinggi terdapat jiwa yang rapuh, wanita tak bisa sekokoh pria yang tak tergoda sama suju tapi kalo emang mereka tergoda gua cuma bisa nyebut.
Oke balik lagi ke topik semula, se..se. sejujurnya ada kekuatan yang mengikat ego ini terlalu kuat, sehingga bagaimanapun, apapun, dan ingin gua lakukan adalah nonton ke (ngitung dulu) 8 pria di atas stage gede. Gua bukanlah tipikal orang beruntung yang cuma ngedip langsung dapetin apapun kemauannya. Akhirnya gua meneguhkan hati buat ngelakuin sesuatu yang mudah mudahan menguntungkan yaitu berdagang di konser suju. Ada pepatah “apapun yang kau perdagangkan di konser pasti tidak akan merugi” kata kata itupun gua pegang kuat dan jadi motivasi tersendiri. Nah sebulan sebelum konser, niatan gua buat dagang pun semakin tinggi. Gembar gembor gua ajakin semua temen-temen kpopers buat berkoalisi dengan usaha yang baru berniat buat dibangun. Memikirkan prospek dan keuntungannya, bikin gua mesem-mesem sendiri. Temen gua yang juga ikut kesana untuk memperdagangkan produknya, dia udah lebih dulu membentuk agen produksi kecil kecilan. Hari semakin dekat sementara tugas kuliah masih menghias di kelopak mata, di sisi lain gua harus segera mencanangkan program kerja untuk membuat produk yang masih belum muncul di pikiran gua. Usut punya usut setelah ngesot di dunia maya (karna loadingnya lemot) akhirnya ide briliant (sebenernya biasa aja sih) muncul dari otak gua. Ide itu hadir setelah pertapaan gua di dalem kamar. Karena temen gua udah punya produk otomatis gua kudu bikin produk yg beda. Akhirny fua putusin untuk membuat ganci (bukan banci ataupun panci). Ganci disini adalah gantunga kunci. Esoknya bahan pun dipersiapkan dari mulai kain flanel berbagai warna, benang wol hingga antek-antek yang lainnya. Gua pun mulai bikin pola, niatannya sih cuma ambil bagian kepala tapi entar takut badannya nyariin, gua nyerah dan akhirnya bikin kumplit dari ujung kaki ampe kepala. Bentuknya chibi, jangan salah arti ya. Chibi disini yaitu kartun mini yg dibikin lucu. Chibi suju bertemakan sexy free and sing-e-l. Setelah seluncuran beberapa menit lamanya guapun nemu. Pola langsung dituangkan ke atas selembar kertas. Darimulai rambut, kepala, badan, baju sampe celana. Komplit plit plit tidak ada satupun yang tanggal. Setelah pola jadi, gua jahit sendiri, buat contoh. Ini real handmade.
Ternyata temen temen yang dirajum sebelumnya memutuskan untuk tidak jadi ikut bersamaku. Lantas akupun bingung setengah mati ‘what should I do?’. Padahal sebelumnya gua udah kasih ide kalo emang mau jual makanan kita pake tema drama korea. Misal pasta dengan sphagettinya dan rooftop prince dengan omuricenya. Tapi harapan hanyalah hal kelabu yang berada di tepian putih dan hitam. Halah.. yasudah, meski begitu gua tetap memutuskan untuk pergi bersama teman lainnya. Gua merekrut temen gua sebagai kolega perdana. Tanpa basa basi dia pun setuju, setelah pemotongan pita merah kitapun mencetuskan sebuah singkatan nama untu usaha baru kami. 2 hari menjelang konser, kami relakab begadang sampai lupa kalau kami hanya memakan sepotong roti pagi itu. Kami menuntaskan semua peketjaan itu di kosan. Sementara teman yang lain tidur mendengkur, aku dan temanku kian terpekur meladeni pikiran yang mulai ngelantur karena disorientasi yang tak terukur..wkwk. sehari sebelun hari-H kamipun hanya tidur 2 jam dan kembali bangun pagi hari untuk sholat shubuh. Rupa-rupanya kepala serasa tertindih batu ribuab ton beratnya. Efek menyelesaikan gantungan kunci suju. Meski sudah kelar, tapi kenapa jadinya sama sekali engga mirip dengan asli? Hiks memang ciptaan manusia tak dapat menandingi ciptaann-Nya walau hanya sebuah boneka. Dan dilihat dari berbagai sudut kenapa malah terlihat seperti boneka santet ya? Tambah lagi kesedihan gua.. huhu usai dikemas dan direkatkan dengan label kami, gua pun tersenyum puas. Pasalnya jika dilihat dari luar benda itu tampak sangat berkelas. Dengan besar hati gua dan teman gua pun buru buru mandi, untuk melakukan perjalanan selanjutnya. Sebuah perjalanan yang terasa amat panjang.. perjalanan yang membuat kita sadar akan satu hal.

To be continued