Hadiah Terindah 2

Dan saya kembali dengan lanjutan kisah kemarin. Oke sebenarnya ini lebih seperti curhat dibandingkan sebuah cerita tapi kali ini saya akan membuatnya sebagai cerita. Hari itu sabtu, awan bergelayutan dilangit, bertumpuk satu sama lain hingga memancarkan warna kelabu. Jujur saja, warna itu adalah paling tidak disukai pada hari hari. Usai merapikan segalanya dan gantungan kunci lucu siap gua bawa di dalem tas. Hari itu kami sangat bersemangat. Membayangkannya saja mampu menarik sudut sudut kasar dibibirku. Konser suju diadakan 2 hari berturut-turut, dan kami datang pada hari pertama. Konserbbertajuk supershow 5 itu akan berlangsung di meis ancol, bagi yang gatau itu dimana cari aja di gugel map karna gua juga baru tau. Meski tinggal di kawasan padat penduduk, tubir jakarta namun kehidupan gua selama ini ya cuma berlangsung disitu situ aja. Kampus-kosan-kampus-kosan, begitulah tak berujung. Hoho..
Perjalanan dimulai dengan naik angkot berwarna putih, trayek pd.labu. kita turun di halte busway yang cukup sepi, mungkin karena hari sabtu atau emang di halte ini jarang ada penumpang? Cukup lama, hampir lebih dari 30 menit kita nunggu busway yang akhirnya nongol.
Tahukah anta? Jadi sebenernya gua itu licik bin picik.. haha nah temen yang gua ajak buat joinan dagang, dia itu tidak memili ketertarikan sama sekali terhadap kpop ga kayak gua yang terlalu susah buat sadar diri. Jadi gua merencanakan sebuah hal busuk #menyenangkan bagi gua, haha. Berharap disana banyak calo-calo yang tertatih karna ga laku akhirnya bisa ngejual tiket separo harga, mudah mudahan dagangan laku banyak dan kalo modal udah balik gua bisa ikut masuk deh. Cihuy.. tapi khayalan itu selalu lebih menarik dari kenyataan yang sangan pahit, sepahit ampas kopi yang diminum lewat hidung.
Perjalanan ke ancol lumayan lama, dari ciputat memakan waktu lebih dari 2 jam dan selama itu pula kita cuma bisa berdiri.
Di busway gua ngeluarin hape pintar, message-message dan telepon teleponan sama temen gua yang laen. Mata berat buat dibuka, seolah ada yang bergelayutan disana. Gua nguap parah. Begitupun yang dialami temen gua yang sejak itu cuma diem karena rasa optimis yang kian memudar. Tapi sekali lagi gua yakinkan dia, kalo kita akan mendulang sejarah. Rinai air hujan tampak membasahi kaca mobil, mungkin itu jadi pertanda kalo kita memang ga harus pergi. Gua pun sempet ragu, masalahnya ini adalah jatah pulang setiap minggu tapi gua rela relain datang ke konser, tak lain dan tak bukan buat berdagang. Cuma itu. Sebelumnya gua dan temen gua yg lain sempat ikut kuis, sampai sampai timeline penuh karena sampah mentionan kita. Esoknya gua malu setengah mati pas ditrgor temen2 kelas inget umur yang masih aja betingkah kayak remaja ababil. Setelah berpartisipasi ikutbeberapa kuis, ya keberuntunganlah yang menjawab semuanya. Sayangnya apapun yang bersangkutan dengan. Undian hoki gua enol beaar anget. Tak ayal akhirnya gua pun pasrah seteah pengumuman, hingga beberapa detik setelah pengumuma. Ada pemberitaan mengejutkan dari temen sekelas dimana dia ngirim pesan begini “kamuuuuu dapet undian majalah X.”
Titik, bukan tanda tanya tapi titik yang mengartikan sebuah pernyataan bukan pertanyaan.

Konser Bikin Geger

Ini terjadi pada tanggal 2 juni 2013 dimana sebuah boyband papan atas ‘Suju’ datang bertengger ke indonesia untuk meramaikan suasana meis yang biasanya sepi. Jadi pada hari itu semua aparat dikerahkan, abg berserakan, saya sendiri jadi tertekan. Kenapa? Karena cuma bisa menggerakan bola mata kesana kemari melihat gerak gerik orang-orang berlalu lalang riang gembira. Sebenarnya ini bisa disebut sebuah petualangan sederhana, bukan sebab tersesat dihutan dan tak tahu arah jalan pulang melainkan tenggelam dalam rinaian gelak manusia. Kejadian ini sebenernya pernah gua alami setahun yang lalu dikonser yang sama cuma dengan tujuan yang sangat beda. Dari awal gua udah mengukuhkan hati buat pasrah dengan tidak melirik sama sekali tu konser, niatan sih pengen tobat tapi ternyata eh ternyata eh ternyata kehendak berkata lain. Suatu hari gua mendapat bisikan, bikin tu konser jadi sesuatu yang menguntungkan bukan malah merugikan bahkan ajang pamer kekayaan dengan buang-buang uang. Jujur aja di balik tebing hati yang tinggi terdapat jiwa yang rapuh, wanita tak bisa sekokoh pria yang tak tergoda sama suju tapi kalo emang mereka tergoda gua cuma bisa nyebut.
Oke balik lagi ke topik semula, se..se. sejujurnya ada kekuatan yang mengikat ego ini terlalu kuat, sehingga bagaimanapun, apapun, dan ingin gua lakukan adalah nonton ke (ngitung dulu) 8 pria di atas stage gede. Gua bukanlah tipikal orang beruntung yang cuma ngedip langsung dapetin apapun kemauannya. Akhirnya gua meneguhkan hati buat ngelakuin sesuatu yang mudah mudahan menguntungkan yaitu berdagang di konser suju. Ada pepatah “apapun yang kau perdagangkan di konser pasti tidak akan merugi” kata kata itupun gua pegang kuat dan jadi motivasi tersendiri. Nah sebulan sebelum konser, niatan gua buat dagang pun semakin tinggi. Gembar gembor gua ajakin semua temen-temen kpopers buat berkoalisi dengan usaha yang baru berniat buat dibangun. Memikirkan prospek dan keuntungannya, bikin gua mesem-mesem sendiri. Temen gua yang juga ikut kesana untuk memperdagangkan produknya, dia udah lebih dulu membentuk agen produksi kecil kecilan. Hari semakin dekat sementara tugas kuliah masih menghias di kelopak mata, di sisi lain gua harus segera mencanangkan program kerja untuk membuat produk yang masih belum muncul di pikiran gua. Usut punya usut setelah ngesot di dunia maya (karna loadingnya lemot) akhirnya ide briliant (sebenernya biasa aja sih) muncul dari otak gua. Ide itu hadir setelah pertapaan gua di dalem kamar. Karena temen gua udah punya produk otomatis gua kudu bikin produk yg beda. Akhirny fua putusin untuk membuat ganci (bukan banci ataupun panci). Ganci disini adalah gantunga kunci. Esoknya bahan pun dipersiapkan dari mulai kain flanel berbagai warna, benang wol hingga antek-antek yang lainnya. Gua pun mulai bikin pola, niatannya sih cuma ambil bagian kepala tapi entar takut badannya nyariin, gua nyerah dan akhirnya bikin kumplit dari ujung kaki ampe kepala. Bentuknya chibi, jangan salah arti ya. Chibi disini yaitu kartun mini yg dibikin lucu. Chibi suju bertemakan sexy free and sing-e-l. Setelah seluncuran beberapa menit lamanya guapun nemu. Pola langsung dituangkan ke atas selembar kertas. Darimulai rambut, kepala, badan, baju sampe celana. Komplit plit plit tidak ada satupun yang tanggal. Setelah pola jadi, gua jahit sendiri, buat contoh. Ini real handmade.
Ternyata temen temen yang dirajum sebelumnya memutuskan untuk tidak jadi ikut bersamaku. Lantas akupun bingung setengah mati ‘what should I do?’. Padahal sebelumnya gua udah kasih ide kalo emang mau jual makanan kita pake tema drama korea. Misal pasta dengan sphagettinya dan rooftop prince dengan omuricenya. Tapi harapan hanyalah hal kelabu yang berada di tepian putih dan hitam. Halah.. yasudah, meski begitu gua tetap memutuskan untuk pergi bersama teman lainnya. Gua merekrut temen gua sebagai kolega perdana. Tanpa basa basi dia pun setuju, setelah pemotongan pita merah kitapun mencetuskan sebuah singkatan nama untu usaha baru kami. 2 hari menjelang konser, kami relakab begadang sampai lupa kalau kami hanya memakan sepotong roti pagi itu. Kami menuntaskan semua peketjaan itu di kosan. Sementara teman yang lain tidur mendengkur, aku dan temanku kian terpekur meladeni pikiran yang mulai ngelantur karena disorientasi yang tak terukur..wkwk. sehari sebelun hari-H kamipun hanya tidur 2 jam dan kembali bangun pagi hari untuk sholat shubuh. Rupa-rupanya kepala serasa tertindih batu ribuab ton beratnya. Efek menyelesaikan gantungan kunci suju. Meski sudah kelar, tapi kenapa jadinya sama sekali engga mirip dengan asli? Hiks memang ciptaan manusia tak dapat menandingi ciptaann-Nya walau hanya sebuah boneka. Dan dilihat dari berbagai sudut kenapa malah terlihat seperti boneka santet ya? Tambah lagi kesedihan gua.. huhu usai dikemas dan direkatkan dengan label kami, gua pun tersenyum puas. Pasalnya jika dilihat dari luar benda itu tampak sangat berkelas. Dengan besar hati gua dan teman gua pun buru buru mandi, untuk melakukan perjalanan selanjutnya. Sebuah perjalanan yang terasa amat panjang.. perjalanan yang membuat kita sadar akan satu hal.

To be continued