Konser Bikin Geger

Ini terjadi pada tanggal 2 juni 2013 dimana sebuah boyband papan atas ‘Suju’ datang bertengger ke indonesia untuk meramaikan suasana meis yang biasanya sepi. Jadi pada hari itu semua aparat dikerahkan, abg berserakan, saya sendiri jadi tertekan. Kenapa? Karena cuma bisa menggerakan bola mata kesana kemari melihat gerak gerik orang-orang berlalu lalang riang gembira. Sebenarnya ini bisa disebut sebuah petualangan sederhana, bukan sebab tersesat dihutan dan tak tahu arah jalan pulang melainkan tenggelam dalam rinaian gelak manusia. Kejadian ini sebenernya pernah gua alami setahun yang lalu dikonser yang sama cuma dengan tujuan yang sangat beda. Dari awal gua udah mengukuhkan hati buat pasrah dengan tidak melirik sama sekali tu konser, niatan sih pengen tobat tapi ternyata eh ternyata eh ternyata kehendak berkata lain. Suatu hari gua mendapat bisikan, bikin tu konser jadi sesuatu yang menguntungkan bukan malah merugikan bahkan ajang pamer kekayaan dengan buang-buang uang. Jujur aja di balik tebing hati yang tinggi terdapat jiwa yang rapuh, wanita tak bisa sekokoh pria yang tak tergoda sama suju tapi kalo emang mereka tergoda gua cuma bisa nyebut.
Oke balik lagi ke topik semula, se..se. sejujurnya ada kekuatan yang mengikat ego ini terlalu kuat, sehingga bagaimanapun, apapun, dan ingin gua lakukan adalah nonton ke (ngitung dulu) 8 pria di atas stage gede. Gua bukanlah tipikal orang beruntung yang cuma ngedip langsung dapetin apapun kemauannya. Akhirnya gua meneguhkan hati buat ngelakuin sesuatu yang mudah mudahan menguntungkan yaitu berdagang di konser suju. Ada pepatah “apapun yang kau perdagangkan di konser pasti tidak akan merugi” kata kata itupun gua pegang kuat dan jadi motivasi tersendiri. Nah sebulan sebelum konser, niatan gua buat dagang pun semakin tinggi. Gembar gembor gua ajakin semua temen-temen kpopers buat berkoalisi dengan usaha yang baru berniat buat dibangun. Memikirkan prospek dan keuntungannya, bikin gua mesem-mesem sendiri. Temen gua yang juga ikut kesana untuk memperdagangkan produknya, dia udah lebih dulu membentuk agen produksi kecil kecilan. Hari semakin dekat sementara tugas kuliah masih menghias di kelopak mata, di sisi lain gua harus segera mencanangkan program kerja untuk membuat produk yang masih belum muncul di pikiran gua. Usut punya usut setelah ngesot di dunia maya (karna loadingnya lemot) akhirnya ide briliant (sebenernya biasa aja sih) muncul dari otak gua. Ide itu hadir setelah pertapaan gua di dalem kamar. Karena temen gua udah punya produk otomatis gua kudu bikin produk yg beda. Akhirny fua putusin untuk membuat ganci (bukan banci ataupun panci). Ganci disini adalah gantunga kunci. Esoknya bahan pun dipersiapkan dari mulai kain flanel berbagai warna, benang wol hingga antek-antek yang lainnya. Gua pun mulai bikin pola, niatannya sih cuma ambil bagian kepala tapi entar takut badannya nyariin, gua nyerah dan akhirnya bikin kumplit dari ujung kaki ampe kepala. Bentuknya chibi, jangan salah arti ya. Chibi disini yaitu kartun mini yg dibikin lucu. Chibi suju bertemakan sexy free and sing-e-l. Setelah seluncuran beberapa menit lamanya guapun nemu. Pola langsung dituangkan ke atas selembar kertas. Darimulai rambut, kepala, badan, baju sampe celana. Komplit plit plit tidak ada satupun yang tanggal. Setelah pola jadi, gua jahit sendiri, buat contoh. Ini real handmade.
Ternyata temen temen yang dirajum sebelumnya memutuskan untuk tidak jadi ikut bersamaku. Lantas akupun bingung setengah mati ‘what should I do?’. Padahal sebelumnya gua udah kasih ide kalo emang mau jual makanan kita pake tema drama korea. Misal pasta dengan sphagettinya dan rooftop prince dengan omuricenya. Tapi harapan hanyalah hal kelabu yang berada di tepian putih dan hitam. Halah.. yasudah, meski begitu gua tetap memutuskan untuk pergi bersama teman lainnya. Gua merekrut temen gua sebagai kolega perdana. Tanpa basa basi dia pun setuju, setelah pemotongan pita merah kitapun mencetuskan sebuah singkatan nama untu usaha baru kami. 2 hari menjelang konser, kami relakab begadang sampai lupa kalau kami hanya memakan sepotong roti pagi itu. Kami menuntaskan semua peketjaan itu di kosan. Sementara teman yang lain tidur mendengkur, aku dan temanku kian terpekur meladeni pikiran yang mulai ngelantur karena disorientasi yang tak terukur..wkwk. sehari sebelun hari-H kamipun hanya tidur 2 jam dan kembali bangun pagi hari untuk sholat shubuh. Rupa-rupanya kepala serasa tertindih batu ribuab ton beratnya. Efek menyelesaikan gantungan kunci suju. Meski sudah kelar, tapi kenapa jadinya sama sekali engga mirip dengan asli? Hiks memang ciptaan manusia tak dapat menandingi ciptaann-Nya walau hanya sebuah boneka. Dan dilihat dari berbagai sudut kenapa malah terlihat seperti boneka santet ya? Tambah lagi kesedihan gua.. huhu usai dikemas dan direkatkan dengan label kami, gua pun tersenyum puas. Pasalnya jika dilihat dari luar benda itu tampak sangat berkelas. Dengan besar hati gua dan teman gua pun buru buru mandi, untuk melakukan perjalanan selanjutnya. Sebuah perjalanan yang terasa amat panjang.. perjalanan yang membuat kita sadar akan satu hal.

To be continued

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s